Humor Ala Islam

on Selasa, 26 November 2013
Kita sering kali melihat bagaimana seorang bercanda, namun kadang bahkan sering kali canda-canda itu bersifat mengada-ada atau bohong. Seorang muslim tidak pernah dilarang untuk bercanda, namun seorang muslim pun harus tahu batasan-batasan tentang ada-adab atau akhlaq dalam bercanda, jangan sampai hanya karena bercanda (membuat orang tertawa) lantas kita berbohong.
Berikut ini adalah canda-canda seorang muslim yang mungkin bisa jadi alternatif “guyonan” bagi kita semua. Disamping itu juga ada canda ala Rasulullah yang kadang atau bahkan sering kita lupakan. Semoga humor-humor seorang muslim ini bisa menjadi “celetukan” hati kita, yang bisa menjadikan tertawa apalagi menertawakan diri kita sendiri.

1. Suatu ketika ada seorang James bon (Jaga Mesjid tukang keBon / Marbot) bingung melihat masjid yang ditempatinya. Kebingungan ini diceritakan oleh seorang Kyai Masjid tersebut, namun pak kyai dari masjid tersebut juga angkat tangan dengan permasalahan masjid tersebut. Karena sudah sangat bingungnya, seorang Marbo tersebut langsung menuliskan papan besar bertuliskan
“MASJID INI DIJUAL HARGA NEGO”
Orang yang lalu-lalang melihat papan besar tersebut banyak yang marah. Dengan bergerombol orang-orang itu datang kemasjid sambil dengan caci-makinya “Siapa yang menulis itu, orang goblok saja yang mau menjual masjid” yang lainnya pun tak kalah sengit “Iya, mungkin itu orang kafir kiriman zionis” caci-maki tidak ada habisnya sampai Marbot itu muncul dan mengakui kalau dia yang menulisnya. Kemarahan orang-orang tersebut semakin besar.
“DIAM….” Ucap Marbot dengan keras. Seketika itu orang diam, tetapi amarah orang-orang tersebut sudah terlihat memuncak ingin menghajar Marbot tersebut. Lalu Marbo tersebut berkata
“Bapak-bapak, ibu-ibu dan yang tidak rela menjual masjid ini. Saya mohon maaf! Bapak-bapak dan ibu-ibu tidak rela masjid ini dijual, tetapi bapak dan ibu-ibu juga tidak pernah datang untuk shalat jamaah di masjid. Apa bedanya? Bandingkan antara masjid ini dengan Mall sebelah ramai mana? Bahkan waktunya shalatpun, masjid ini hanya dipenuhi 1-9 orang jamaah saja. Tetapi Mall, dipenuhi ribuan orang. Jadi sebaiknya masjid ini dijual saja untuk dijadikan Mall agar bisa ramai!”

 2. Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?” Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

3. Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)


So , mulai sekarang buatlah HUMOR yang berbobot J agar humor itu tak hanya menjadi sekedar humor belaka..
Tapi humornya jangan sering – sering ya J

Pengurus SKI Baru Tahun 2013/2014

on Kamis, 21 November 2013
Assalamualaikum wr.wb.
Sudah lama tidak mengepost sesuatu di sini, tidak terasa sekarang tahta kepengurusan SKIS’t telah berpindah dari tahun 2012/2013menuju ke tahun 2013/2014

Dulu tahta Ketua SKIS’t digenggam erat oleh Kak Elfa Ainur R. dan sekarang diserahkan kepada M. Ragilda Muslim. Lebih lengkapnya baca uraian di bawah ini , ini adalah susunan anggota SKIS’t tahun 2013/2014 :

Selain pengurus inti dan koor , kami anggota SKIS’t sudah di bagi menjadi  4 majelis seperti sebagai berikut;


NO.
Mahar
Makom
Madak
Matakaki
1.
Risya Kharisma A.
Andikar Bella Putra

Putri Nila Kharisma
Ananta Dharma R
2.
Moch. Agus Musyafa’
M. Awaluddin
Adiningtyas Intansari
M. Ababil
3.
Tegar Andi Fakhri
Syahrul Gitatama P
Niken Oktaviani
Naba Septian I.

4.
M. Nazhat Adiba
Naufal Hilmi
Helta Dwi Junialova
M. Rizal
5.
Achmad Robith F.
Rizaldi Arif

Hindana  F.
Islahhudin Al Yaubi

6.
Misbah
Muhammad Ainun Na’im
Assa Eka O.
Malita Azizah
7.
Fahruddin
M. Fikri Bahtiar
Zuhrotul M. U.
Agi Alfianti
8.
Chandra Salma F.
Aliva Zhafira Rafiunnisa’
Heni I.
Nudyah Anburika
9.
Nurkhalifah
Mitha Qurrota Ayuni
M. S. Rijalul Faiq
Mayratih Bintang Pamungkas
10.
Ericha Lisa W.
Sulvi Fitriani

Novian Arif S.
Ika Wahyu
11.
Aisya Atika Suri
Vika Wulansari

Habib Jazuli
Renita D.
12.
Anjania Maulaya
Windy Mukhsiana Dewi
Iggoors Rade Emas S.
Evanda Putri S.
13.
Bunga Fauzia
Gina Raasyidatus Sabiila
M. Muhsin Alisoh
Nuril L. I.
14.
Andini Sholehah
Diah Sri Wilujeng

Fadhil Muhammad
Wahyuningtyas
15.
Novi L. Q.
Roro P. P. D.
Bagus Aji

16.
Destyana P. E.
Heni Swastantri


17.
Nina Andy Soraya
Ijma’ I.


18.
Khurun I. T.
Aliva Zhafira Rafiunnisa’



Dan ini adalah foto kami bersama untuk sekian kalinya ;


Selesai  juga susunan pengurus SKIS’t tahun 2013/2014 ini, semoga pengurus tahun ini dapat menjadi pengurus yang amanah. Amiiien J.

APA YANG KITA SOMBONGKAN ??

on Selasa, 07 Februari 2012

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru, dan dia tertegun
keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti
air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya
bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa
yang sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta
nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Merekapun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya
merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena
itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang
benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat
terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih
rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh factor kecerdasan. Kita merasa
lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang
lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh factor kebaikan. Kita sering
menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus
dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula
kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun
sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi
karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang
lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem)
dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini
berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat
dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan
kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam
keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan
waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita
butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita
memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego
inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka)
dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.
Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran
sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua
perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa
pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual.
Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk
hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan
mati dengan tangan kosong.
Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam
kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan,
label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah
“tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari
berbagai kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita
lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita
memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.
yaitu agar masuk surga dan terhindar dari neraka.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi.
Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu
akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita
lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta
kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap
berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik
kepada diri kita sendiri.
Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?


10 HAL YANG TIDAK BERMANFAAT

on Senin, 06 Februari 2012

10 Hal yang Tidak Bermanfaat dan Sia-sia


PENULIS: USTADZ MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat.
Pertama: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua: beramal namun tidak ikhlash dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.
Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.
Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat menghidupkan dan mematikan serta tidak dapat menghidupkan yang sudah mati.
Itulah sepuluh hal yang melalaikan dan sia-sia. Di antara sepuluh hal tersebut yang paling berbahaya dan merupakan asal muasal segala macam kelalaian adalah dua hal yaitu: hati yang selalu lalai dan waktu yang tersia-siakan.
Hati yang lalai akan membuat seseorang mengutamakan dunia daripada akhirat, sehingga dia cenderung mengikuti hawa nafsu. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan membuat seseorang panjang angan-angan.
Padahal segala macam kerusakan terkumpul karena mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Sedangkan segala macam kebaikan ada karena mengikuti al huda (petunjuk) dan selalu menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Rabb semesta alam.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Rujukan: Al Fawa’id, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, hal. 108,  Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1425 H.